JIC dan Forsimas Adakan Seminar Saiberisasi Masjid

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Jakarta Islamic Center (JIC) bersama Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau (FORSIMAS) dan sejumlah lembaga lainnya menggelar seminar Saiberisasi Masjid. Seminar yang diikuti oleh peserta dari Malaysia dan berbagai daerah di Indonesia itu digelar selama sehari di Auditorium Sosbud, JIC, Jakarta Utara, Sabtu 30 Oktober 2016.

Seminar sehari itu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, terkait dengan pengembangan insfrastruktur dan platform sistem informsi berbasis masjid. Sesi ini menghadirkan empat narasumber, yakni Muhammad Nawar (Forsimas Malaysia), Muhammad Rofiq Lubis (perwakilan ICMI), Ony Martin (perwailan APJII) dan M Hariri (CEO Taharrim Enterprise).

Sedangkan untuk sesi kedua, terkait dengan best pracitice aplikasi dan strategi kehumasan dan kemandirian. Pada sesi ini, panitia juga menghadirkan empat narasumber yakni Thobib Al Asyhar (Kasubbag Informasi Ditjen Bimas Islam), M Hamdhani (Masjidku.com, DMI), Teuku Farhan (Masjid Cyber Aceh), dan Khirzan Noeman (i-MAsjid Salman ITB).

Kasubbag Informasi Thobib Al Asyhar menyampaikan, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama saat ini sedang mengembangkan Sistem Informasi Kemasjidan (SIMAS). Menurut Thobib, pemerintah telah berhasil mendata sekitar 300 ribu masjid dari sekitar 740 ribu masjid dan mushola di seluruh Indonesia. Data ini diperoleh dari laporan Kanwil Kementerian Agama di seluruh daerah di Indonesia.

“Masalah kita adalah data masjid. Tidak ada data yang akurat, sebab data ini terus berubah setiap waktu. Jadi nantinya untuk pembinaan juga menjadi masalah,” ungkap Thobib.

Sehingga, memalui SIMAS yang dikembangkan Kemenag, diharapkan problem data masjid ini dapat teratasi. “Nanti entry datanya aktual dan sesuai koordinat,” katanya.

Sebelumnya, perwakilan Indonesian Date Palm Association (IDPA) menyerahkan wakaf dua pohon kurma kepada Ketua Umum Forsimas Dr H Risman Musa. Oleh Forsimas, wakaf itu kemudian diserahkan kepada Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi JIC H Saryono Jahidi untuk ditanam.

Ustaz Ade, yang mewakili IDPA menjelaskan, bibit pohon kurma ada dua jenis yakni jantan dan betina. Fungsi pohon kurma jantan untuk membuahi pohon betina dengan serbuk sarinya. Selama ini, kata Ade, banyak pohon kurma ditanam di halaman-halaman masjid, tetapi walaupun berbuah tidak dapat dimakan karena buahnya kecil dan sepat.

“Kualitas buah yang rendah itu bisa dihindari dengan menghadirkan pohon kurma jantan. Penyerbukan bunga hasil pertemuan bunga betina dan jantan akan menghasilkan buah yang lebih besar dan manis,” jelasnya. Untuk satu pohon pejantan, lanjut Ade, dapat membuahi 20 pohon kurma betina. [SF]

Sumber : Pikiranumat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

1
×
Salam
Can we help you?