Jimly Assiddiqie : Indonesia simbol Islam mendatang di Asia

JIMLY-ASSHIDDIQIE
Prof Dr Jimly Assiddiqie, SH

Prof Dr Jimly Assiddiqie, SH mengatakan, Indonesia akan menjadi simbol Islam mendatang di Asia dan menjadi episentrum peradaban Islam, setelah sebelumnya identik dengan Arab, Persia, Turki (Urdu), Swahili-Afrika dan Mughal-India. Peta dunia Islam yang bergaul dekat dengan Asia Pasifik adalah bangsa Melayu, juga merupakan negeri muslim terbesar di dunia, sekaligus negara besar ketiga dalam berdemokrasi dengan jumlah penduduk terbesar keempat setelah China, India dan Amerika. Dari segi kuantitas, saat ini ada sejuta buah masjid di Indonesia, namun masjid masih belum makmur dengan jamaah dan program-programnya.

Hal tersebut disampaikan Jimly dalam acara peresmian Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) tingkat Nasional yang diberi nama Yayasan Masjid Serantau (Samara), Sabtu (20/4) di Masjid Istiqlal Jakarta dengan topik “Peran Masjid Serantau dalam Meningkatkan Silaturrahim dan Menyongsong Era Baru Asean”. “Peran strategis sebagai bangsa Melayu di tengah momentum kebangkitan Asia adalah mengambil tanggungjawab sejarah dengan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan peradaban umat, antara lain dengan menjadikan masjid sebagai sumber lahirnya peradaban besar di masyarakat muslim Asia Pasifik bahkan dunia,” ujar Jilmy yang juga Pembina Yayasan Masjid Serantau.

Peresmian dilakukan Sekjen Fosimas Pusat Drs H M. Hasan Basry MA. Dalam sambuatnnya, Hasan berharap organisasi kemasjidan ini mampu membangun sinergitas ummat Islam bersama Forsimas Pusat. Hasan menambahkan, Forsimas merupakan suatu wadah kemasjidan untuk menyatukan pimpinan masjid se Asean yang dicetuskan Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA) pada tahun 2006 yang berkedudukan di Banda Aceh. Secara periodik, Forsimas melakukan konferensi tingkat Asean dengan menghadirkan delegasi masing-masing komunitas masjid yang mewakili Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Myanmar, Philipina dan Indonesia. Tahun 2010, Konferensi V Forsimas berlangsung di Bangkok yang dihadiri PM Thailand dan Syaikhul Islam, sementara konferensi keenam direncanakan tahun ini di Brunei Darussalam.

Terpilih sebegai Ketua Umum Yayasan Masjid Serantau adalah Dr H. Risman Musa, MA. Sedangkan jumlah peserta yang hadir pada acara peresmian tersebut mencapai 200 orang, termasuk perwakilan masjid-masjid terkemuka se-Indonesia, perwakilan komunitas masjid negara tetangga (Malaysia, Kamboja), termasuk perwakilan Aceh sebanyak 20 orang. (DKMA/bas)

Leave your reply


*

Current day month ye@r *