Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Undang Utusan Forsimas Malaysia

FORSIMAS.ORG, Jawa Timur – Ketua Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) Malaysia, Moh Nawar bin Arifin hadir sebagai narasumber dalam Talkshow Internasional yang digelar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu, (17/10). Pada kesempatan ini, Nawar menyampaikan tiga pesan untuk para pemuda Islam di era millenial.

“Pertama, pemuda itu bukan diukur dari usianya tapi kerjanya. Cirinya, yaitu ilmu pemuda itu harus punya dasar ilmu, energi dan berjamaah jangan dilupakan. Pemuda harus kompak jangan egoistik,” katanya.

Pemuda, sambungnya, tidak boleh lekas puas. Jika ingin mengubah peradaban menjadi lebih baik harus keluar dari zona nyaman. “Kedua, kalau ingin mengubah peradaban maka keluarlah dari tempurungnya. Berusahalah keluar dari kepompong jangan sampai belum apa-apa sudah mengatakan capek. Ciptakan keluarbiasaan atau keistimewaan,” ujar Nawar.

Lebih lanjut, pesan ketiga adalah sebagai bagian inti dari generasi millennial maka pemuda diharapkan memaksimalkan potensi yang dimiliki. “Saat ini eranya Internet yang notabene tidak kenal batas. Semuanya bisa mengakses dan bisa mengshare. Pemuda harus paham era milenial agar bisa berperan di peradaban dunia. Mengandalkan kecepatan,” terangnya.

Direktur Utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Endro Siswantoro menuturkan masjid merupakan tempat utama dalam peradaban Islam. Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah semata, namun bisa digunakan sebagai pusat pendidikan, kesehatan, merumuskan tatanan negara hingga perekonomian, fungsi itu ada pada Rasulullah.

“Begitu juga Masjid Al Akbar ini, ada pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sosial. Sejumlah program yang kami susun memang di rancang dan dikemas untuk seluruh bidang tidak hanya mengenai agama saja,” tandasnya. (Kominfo Jatimprov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

1
×
Salam
Can we help you?