Sejarah Dewan Masjid Indonesia

Forsimas.org – Ide dibentuknya Dewan Masjid Indonesia bermula dari pertemuan tokoh-tokoh Islam yang dihadiri oleh Bapak H. Rus’an dari Dirjen Bimas Islam dan Wakil Ketua Jakarta Pusat Bapak H. Edi Djajang Djaatmadja membentuk panitia untuk mendirikan Dewan Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia (DKMSI). Pada tanggal 16 Juni 1970 disusunlah formatur yang diketuai oleh KH. MS. Rahardjo Dikromo yang beranggotakan H. Sudirman, KH. MS. Rahardjo Dikromo, KH. Hasan Basri, KH. Muchtar Sanusi, KH. Hasyim Adnan, BA dan KH. Ichsan.

Tepatnya pada tanggal 22 Juni 1972 Rapat tim formatur memutuskan untuk mendirikan Dewan Masjid indonesia (DMI).

Perkembangan DMI dari masa ke masa

1. Periode 1975-1981

Masa Perkembangan dan Pemantapan

DMI memperluas ruang lingkup kegiatan dan kerjasama

Ikut ambil bagian pembentukan Majelis Ulama Undonesia (MUI)

Kerjasama dengan Robitoh al-Alami al-Islam (O.I.I) di Makkah.

Kerjasama dengan organisasi Islam Kualalumpur, Singapura dan lain-lain.

2. Periode 1981-1984

Masa Konsolidasi dan Pemantapan

DMI diterima sebagai anggota Dewan Masjid sedunia (al-Majlis al-A’la al-Alami lil masjid di Mekkah)

Kegiatan dan kerjasama dengan pemerintah dan organisasi Islam semakin meningkat

Sejak periode ini DDMI semakin diakui diberbagai lapisan.

3. Periode 1984-1989

Penyempurnaan AD/ART ke-I. Program kerja meningkat :

Bidang Organisasi

Bidang Penggalian dan Penggunaan Dana

Bidang Pembangunan tempat-tempat Ibadah

Bidang Publikasi

Bidang Pengkajian dan Perpustakaan

Bidang anak-anak Remaja, wanita masjid.

Bidang Bina Jamaah

Bidang Kemurnian Masjid

4. Periode 1989-1994 (Muktamar II)

Penyempurnaan AD/ART ke-II.

Program semakin disesuaikan dengan kebutuhan :

5. Periode 1995-2000 (Muktamar III)

Penyempurnaan ….

Program semakin disesuaikan dengan kebutuhan ……

Visi

Meningkatkan keimanan, ketaqwaan, akhlaq mulia dan kecerdasan umat serta tercapainya masyarkat adil makmur yang diridhai Allah SWT, dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Misi

Mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat dan persatuan ummat.

(hasil dari Keputusan Mu’tamar IV DMI)

Sumber : Republika (05 Feb 2009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

1
×
Salam
Can we help you?