Mengelola Keragaman

Yunus[10] : 19

وَمَا كَانَ النَّاسُ اِلَّآ اُمَّةً وَّاحِدَةً فَاخْتَلَفُوْاۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيْمَا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ

Dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu, pastilah telah diberi keputusan (di dunia) di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

Tadabbur
Keragaman itu kenyataan. Keragaman itu keindahan. Bukan pelangi tanpa keragaman warna. Taman bunga tampak cantik karena warna warni bunga. Namun keragaman itu harus dirajut dalam bingkai kesatuan. Keragaman itu mesti dikelola. Jangan dibiarkan taman bunga ditumbuhi tanaman liar. Jangan keragaman itu dimasuki benalu yang merusak keindahan. Keragaman bangsa tanpa pengeloaan akan saling berbenturan. Jangan biarkan umat ini hancur karena keragaman liar tanpa pengelolaan.

23 Januari 2020
Shabah Syamsi

Leave a Comment

FORSIMAS

FORSIMAS