Bersikap Zuhudlah [1]

Rasulullah Saw bersabda, “Seorang sahabat datang kepada Nabi Saw dan bertanya, “Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya aku akan dicintai Allah dan manusia.” Rasulullah Saw menhawab, “Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah, dan jangan tamak terhadap apa yang ada ditangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia.” (HR. Ibnu Majah).

Ketahuilah bahwa hidup dengan sikap zuhud dan sederhana menjadi ringan dan menyenangkan, sedangkan hidup dengan sikap tamak dan serakah menjadi sulit dan melelahkan. Sesungguhnya dunia tidak ubahnya seperti pengantin yang membuat manusia tertarik kepadanya. Namun, tatkala manusia telah dekat kepadanya, dia pun menipunya dan mencampakkannya.

Bukanlah maksud ucapan ini agar kita menghancurkan harta kita atau mengharamkan hal-hal yang halal. Bukan! Maksudnya hanyalah usaha kita tidak dimiliki dunia, dan apa yang ada pada tangan kita tidak lebih berat bagi kita dibandingkan apa yang ada di tangan Allah Swt. Berzuhud di dunia merupakan perkara mulia yang bisa menyelamatkan dan mendekatkan diri kita ke hadhirat Allah Swt. Dia juga telah menganjurkan para hamba-Nya agar berzuhud di dunia. Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadi (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus” (al-Kahfi, 18: 7-8).

Firman-Nya lagi, “Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hudup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (al-Qashash, 20: 60-61).

Juga firman-Nya lagi, “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akherat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (al-A’la, 87: 16-17). Rasulullah Saw bersabda, “Anggaplah dirimu di dunia seolah-olah orang asing, atau seorang musafir, dan perhatikan dirimu atas penghuni kubur.” Salah seorang sahabat berkata: Perhiasan hikmah adalah bersikap zuhud di dunia. Semoga kita senantiasa istiqomah berzuhud. Semoga.

/KD

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *