Forum Masjid Serantau Adakan Annual Meeting di Banda Aceh

Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) akan mengadakan pertemuan tahunan (annual meeting) pada Minggu 25 Agustus 2024 di Auditorium RSUDZA Banda Aceh

Perwakilan beberapa negara akan ikut ambil bagian pada acara tersebut seperti Malaysia termasuk Sabah, Thailand, Kamboja dan Indonesia. 

Dari Indonesia akan hadir antara lain dari Sumatera Barat, Palembang, Jakarta termasuk pengurus Jakarta Islamic Centre (JIC), Bandung, Surabaya, Cirebon Jawa Barat dan lain-lain.  

Pertemuan tersebut akan dirangkai dengan pengukuhan Forsimas Indonesia (Nasional) Dr H. Ahmad Yani, MA dari Cirebon menggantikan Dr. H. Risman Musa, MA. 

Forsimas juga akan melakukan penandatanganan MoU dengan Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Aceh terutama dalam penbinaan muallaf berbasis masjid.  

Sekjen Forsimas Pusat Dr. Ir. H. Basri A. Bakar, MSi didampingi Ketua Panitia Dr. Muhammad Nizwar, SH, MH menjelaskan bahwa tujuan Annual Meeting antara lain sebagai ajang silaturrahim pengurus FORSIMAS antar bangsa dalam rangka mempererat dan menyatukan kembali ruh FORSIMAS yang lahir pertama sekali di Banda Aceh pada tahun 2006. 

Selain itu juga untuk merancang program strategis kegiatan FORSIMAS yang akan datang. 

“Fosimas yang lahir di Aceh bukan organisasi politik namun wadah yang mempertemukan pimpinan masjid-masjid terkemuka se-Rantau atau identik se-Dunia,” ujar Basri. 

Annual Meeting mengusung tema : “Peran Forsimas dalam Mengeratkan Silaturrahim Melalui Masjid”.

Basri menyebutkan kegiatan Forsimas mengalami kefakumam beberapa tahun saat Covid-19 melanda dunia sehingga kegiatan silaturrahim hanya dilakukan dengan zoom atau online. 

Forsimas pernah mengadakan pertemuan atau konferensi sejak tahun 1996 di Banda Aceh.

Kemudian di Sabah (2007), Jakarta (2008), Selangor, Malaysia (2009), Bangkok (2011), Sabah (2018), dan Kamboja (2022 – 2023). 

Selama ini Forsimas peduli terhadap negara muslim minoritas, seperti Kamboja, Vietnam, Filipina dan lain-lain.

Bahkan beberapa tahun lalu, Forsimas pernah mengirim bantuan 10 ekor sapi qurban untuk muslim di Kamboja. 

Menurut rencana, pertemuan kali ini akan dibuka secara resmi oleh Pj. Gubernur Aceh diwakili Kepala Biro Isra Pemerintah Aceh Dr. Drs. Yusrizal, MSi. 

Pada hari kedua usai acara pokok, peserta tamu asal beberapa negara dan daerah akan berkunjung ke berbagai situs tsunami dan juga silaturrahmi ke Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Haji Kechik Leumiek.

Share :