Dokter Bedah Anak di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Teuku Yusriadi SpBA mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan pihaknya, penyakit yang diderita umumnya kelainan metabolik karena faktor usia.

“Seperti hipertensi, gula darah, kolesterol, asam urat dan nyeri-nyeri sendi,” paparnya, seraya berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan pada tahun berikutnya di Kamboja dan berbagai negara ASEAN lainnya.
Forsimas sebagai wadah pemersatu komunitas masjid terkemuka ASEAN selama beberapa tahun terakhir ini telah melakukan aksi kemanusiaan dan bakti sosial ke negara minoritas.
“Bahkan pada tahun 2016 pernah menyumbang 10 ekor sapi qurban ke kampung muslim Kamboja,” tutur Sekjend Forsimas, Basri.
Menurutnya, pada tahun-tahun mendatang, Forsimas juga akan mengunjungi muslim di Vietnam dan negara minoritas muslim lainnya.
Imam Masjid Al Akbar Kamboja, Yusof bin Ali mengungkapkan terima kasih atas perhatian Forsimas berkenan mengunjungi kampung mereka.
Ia mengatakan jumlah muslim di daerah ini sejumlah 250 kepala keluarga atau sekitar 856 jiwa. “Mata pencaharian utama kami disini sebagian masyarakat adalah mencari ikan air tawar dan beternak,” pungkasnya.
Selama di Kamboja, Forsimas menghadiri buka puasa bersama dengan Perdana Menteri (PM) Hun Manet, mengunjungi sejumlah tempat bersejarah seperti Museum Genosida Tuol Sleng, dan bertemu dengan konsulat Keduataan Besar Repbulik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.




