MILIKILAH SIFAT DERMAWAN

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, telah bersabda, : “Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdo’a : “Ya Allah, kùrniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdo’a, “Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya)”. (HR. Muslim & Bukhari).

Hadits ini menjelaskan bahwa barangsiapa yang bersikap dermawan, maka ia didoakan oleh dua malaikat agar hartanya bertambah. Dan barangsiapa yang bersikap kikir, maka kedua malaikat itu mendoakannya agar hartanya rusak dan binasa.

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman dalam surat al-Anfal, 8: 3-4, : “(Yaitu) orang-orang yang mendirikan dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang beriman dengan sebenar-benarnya.”

Kedermawanan adalah sifat pertengahan antara kikir dan boros. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman, : “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya sehingga kamu menjadi tercela dan menyesal”. (al-Isrâ, 17:29).

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda, : “Sifat dermawan (pemurah) merupakan suatu pohon di antara pohon-pohon surga yang ranting-rantingnya menjulur hingga ke dunia; barangsiapa memegang salah satu dari rantingnya, maka ranting tersebut akan menuntunnya ke surga. Sifat kikir merupakan salah satu pohon di antara pohon-pohon neraka yang ranting-rantingnya menjulur ke dunia; barangsiapa memegang salah satu di antaranya, maka ranting tersebut akan menuntunnya ke neraka.” (HR. Baihaqi).

Kedermawanan mendorong kepada sifat-sifat baik lainnya, sebagaimana kikir menuntun kita kepada sifat-sifat tercela lainnya. Jika seorang dermawan memberi harta dan hidup dengan bahagia dan berkecukupan. Sedangkan orang lain kikir menghimpun harta, dan dia hidup dengan susah dan merugi. Salah satu kemalangan orang kikir adalah dia mengumpulkan harta bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang lain setelah matinya.

Nabi Muhammad Saw. telah bersabda, : “Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang jahil yang dermawan lebih disukai oleh Allah daripada ahli ibadah yang kikir.” (HR. Turmudzi).

Kedermawanan adalah bersegera memberi tanpa diminta. Jika memberi karena diminta maka itu hanya karena malu atau takut dicela. Kedermawanan yang sesungguhnya dilakukan secara spontan. Jika dudahului oleh permintaan, maka yang demikian itu hanyalah penutup rasa malu atau upaya menyelamatkan diri dari hinaan.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda, : “Ada dua macam akhlak yang di sukai oleh Allah, dan dua akhlak yang dibenci oleh-Nya. Adapun dua akhlak yang disukai oleh Allah adalah dermawan dan berani. Adapun dua akhlak yang tidak disukai oleh-Nya adalah akhlak yang buruk dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebagai amil yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak.” (HR. Baihaqi).

Di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah Swt. baik berupa harta maupun ilmu atau kepandaian, hal tersebut khusus untuk menolong sesama kita. Selagi mereka mau mengulurkan tangan kepada sesama kita, maka Allah menetapkan nikmat-nikmat tersebut untuknya. Akan tetapi, jika mereka tidak mau menolong orang lain, maka Allah akan mencabut nikmat itu dari tangan mereka dan memindahkannya ke tangan orang lain.

Nabi Muhammad Saw. telah bersabda, : “Sesungguhnya Allah mempunyai kaum-kaum yang Dia khususkan mendapat banyak nikmat untuk kemanfaatan hamba-hamba Allah; Dia menetapkan nikmat-nikmat tersebut kepada mereka selagi mereka mendermakannya. Apabila mereka tidak mau mendermakannya, maka Dia mencabutnya dari tangan mereka lalu dipindahkan-Nya kepada selain mereka.” (HR. Ibnu Abud Dun-ya melalui Ibnu Umar r.a.).

Juga dalam sabdanya yang lain, : “Bentengi hartamu dengan mengeluarkan zakat, dan obati penyakit-penyakitmu dengan mengeluarkan sedekah”.

Agar kita menjadi orang yang dermawan maka hendaklah kita banyak memberi untuk hal-hal yang diredhai Allah di dalam hidup ini; janganlah sampai kecintaan kepada harta menguasai diri kita, dan janganlah merasa lebih terikat dengan apa yang ada pada tangan kita dibandingkan dengan apa yang ada pada tangan Allah Swt; janganlah kita memberi kesempatan kepada sifat kikir untuk bersemayam di dalam diri kita, karena itu adalah sifat tercela; hendaklah kita menjadi orang yang dermawan bagi agama kita.

Salah seorang sahabat berkata : “Jadilah orang dermawan tetapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir.” Semoga.

/KD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *